Minggu, 06 Januari 2013

Kimia Zat Adiktif, Aditif dan Psikotropika

ZAT ADIKTIF adalah obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh dapat ntikan dan berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus.
·         GANJA atau MARIYUANA merupakan zat adiktif narkoba dari golongan kanabionoid. Ganja terbuat dari daun, bunga, biji, dan ranting muda tanaman mariyuana (Cannabis sativa) yang sudah kering. Ganja dipakai dalam bentuk rokok lintingan, campuran tembakau, dan damar ganja. Tanda-tanda penyalahgunaan ganja, yaitu gembira dan tertawa tanpa sebab, santai dan lemah, banyak bicara sendiri, pengendalian diri menurun, menguap atau mengantuk, tetapi susah tidur, dan mata merah, serta tidak tahan terhadap cahaya. Tanda-tanda gejala putus obat ini; sukar tidur, hiperaktif, dan hilangnya nafsu makan. Tanda-tanda gejala overdosis; ketakutan, daya pikir menurun, denyut nadi tidak teratur, napas tidak teratur, dan mendapat gangguan jiwa.
·         OPIUM merupakan narkotika dari golongan opioida, dikenal juga dengan sebutan candu, morfin, heroin, dan putau. Opium diambil dari getah buah mentah Pavaper Sommiverum. Opium mengandung lebih dari dua puluh macam senyawa. Morfin pertama kali diisolasi dari getah buah pada 1905 oleh Friedrich Seturner. Pada waktu itu, morfin digunakan oleh para tentara untuk menghilangkan rasa sakit karena luka atau menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker. Pemakaian dosis yang berlebihan dapat menyebabkan kematian. Salah-penggunaan dapat menimbulkan rasa sering mengantuk, perasaan gembira berlebihan, banyak berbicara sendiri, kecenderungan untuk melakukan kerusuhan, merasakan nafas berat dan lemah, ukuran pupil mata mengecil, mual, susah buang air besar, dan sulit berpikir. Jika pemakaian obat ini diputus, akan timbul hal-hal berikut: sering menguap, kepala terasa berat, mata basah, hidung berair, hilang nafsu makan, lekas lelah, badan menggigil, dan kejang-kejang. Jika pemakaiannya melebihi dosis atau overdosis, akan menimbulkan hal-hal berikut: tertawa tidak wajar, kulit lembap, napas pendek tersenggal-senggal, dan dapat mengakibatkan kematian.
·         KOKAIN diperoleh dari hasil ekstraksi daun tanaman koka (Erythroxylum coca). Zat ini dapat dipakai sebagai pembius dan memiliki efek merangsang jaringan otak bagian sentral. Pemakaian zat ini menjadikan pemakainya suka bicara, gembira yang meningkat menjadi gaduh dan gelisah, detak jantung bertambah, demam, perut nyeri, mual, dan muntah. Pemakaian kokain dengan dosis tertentu dapat mengakibatkan kematian.
·         SEDATIVA – HIPNOTIKA atau bisa juga disebut PENENANG. Pemakaian dalam dosis kecil dapat menenangkan, sedangkan dalam dosis besar dapat membuat orang yang memakannya tertidur. Gejala akibat pemakaiannya adalah mula-mula gelisah, mengamuk lalu mengantuk, malas, daya pikir menurun, bicara dan tindakan lambat. Jika sudah kecanduan, kemudian diputus pemakaiannya maka akan menimbulkan gejala gelisah, sukar tidur, gemetar, muntah, berkeringat, denyut nadi cepat, tekanan darah naik, dan kejang-kejang.
·         NIKOTIN dapat dipisahkan dari tanaman tembakau. Orang biasanya mengonsumsi nikotin tidak dalam bentuk zat murninya, melainkan secara tidak langsung ketika mereka merokok. Nikotin yang diisap pada saat merokok dapat menyebabkan meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah, bersifat karsinogenik sehingga dapat meningkatkan risiko terserang kanker paru-paru, kaki rapuh, katarak, gelembung paru-paru melebar (emphysema), risiko terkena penyakit jantung koroner, kemandulan, dan gangguan kehamilan.
·         ALKOHOL diperoleh melalui proses peragian (fermentasi) sejumlah bahan, seperti beras ketan, singkong, dan perasan anggur. Penggunaan alkohol adalah untuk mensterilkan berbagai peralatan dalam bidang kedokteran. Alkohol yang terkandung dalam minuman dapat berasal dari hasil fermentasi bahan minuman itu sendiri atau sengaja ditambahkan ke dalam suatu minuman olahan. Semua jenis minuman yang mengandung alkohol (etanol), disebut minuman keras. Berdasarkan kandungan alkoholnya, minuman keras dikelompokkan menjadi golongan-golongan berikut; A, berkadar etanol 1–5 %; B, berkadar etanol 5–20 %; dan C, berkadar etanol 20–50 %. Tanda-tanda gejala pemakaian alkohol, yaitu gembira, pengendalian diri turun, dan muka kemerahan. Jika sudah kecanduan meminum minuman keras, kemudian dihentikan maka akan timbul gejala gemetar, muntah, kejang-kejang, sukar tidur, dan gangguan jiwa. Jika overdosis akan timbul gejala perasaan gelisah, tingkah laku menjadi kacau, kendali turun, dan banyak bicara sendiri.

PSIKOTROPIKA adalah zat alamiah maupu sintetik, berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Psikotropika menurut tujuan penggunaan dan tingkatan risiko ketergantungannya terbagi dalam 4 golongan, yaitu: Golongan I, psikotropika yang hanya digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta memiliki potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan. Golongan II, psikotropika yang berkhasiat sebagai obat dan dapat digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu pengetahuan serta memiliki potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan. Golongan III, psikotropika yang berkhasiat sebagai obat dan banyak digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu pengetahuan serta memiliki potensi sedang mengakibatkan sindrom ketergantungan. Golongan IV, psikotropika yang berkhasiat sebagai obat dan sangat luas digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu pengetahuan serta memiliki potensi ringa mengakibatkan sindrom ketergantungan. Zat adiktif hampir semuanya termasuk ke dalam psikotropika, tetapi tidak semua psikotropika menimbulkan ketergantungan.
·         LSD (Lysergic Acid Diethylamide) merupakan zat psikotropika yang dapat menimbulkan halusinasi. Zat ini dipakai untuk membantu pengobatan bagi orang-orang yang mengalami gangguan jiwa atau sakit ingatan. Zat ini bekerja dengan cara membuat otot-otot yang semula tegang menjadi rileks. Penyalah-gunaan zat ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang menderita frustasi dan ketegangan jiwa.
·         AMFETAMIN. Hasil sintesis dari amfetamin adalah ekstasi dan shabu. Zat psikotropika, seperti ekstasi dan shabu tidak diperoleh dari tanaman melainkan hasil sintesis. Pemakaian zat-zat tersebut akan menimbulkan gejala-gejala berikut: siaga, percaya diri, euphoria (perasaan gembira berlebihan), banyak bicara, tidak mudah lelah, tidak nafsu makan, berdebar-debar, tekanan darah menurun, dan napas cepat. Jika overdosis akan menimbulkan gejala-gejala: jantung berdebar-debar, panik, mengamuk, paranoid (curiga berlebihan), tekanan darah naik, pendarahan otak, suhu tubuh tinggi, kejang, kerusakan pada ujung-ujung saraf, dan dapat mengakibatkan kematian. Jika sudah kecanduan, kemudian dihentikan akan menimbulkan gejala putus obat sebagai berikut: lesu, apatis, tidur berlebihan, depresi, dan mudah tersinggung.

BAHAN KIMIA ALAMI berasal dari ekstrak bagian tubuh tumbuhan atau hewan. Zat kimia alami lebih aman digunakan. Contoh-contoh Bahan Kimia Alami adalah sebagai berikut;
Selama ini kita sering mendengan istilah bahan kimia makanan namun tidak semua bahan kimia tersebut dibuat melalu proses menggunakan zat-zat kimia para ilmuan, ada juga yang dibuat secara alami dianatanya yang tentu saja sangat baik bagi kesehatan kita apa bila dikonsumsi dengan jumlah yang tidak berlebih-lebihan, adapun bahan-bahan tersebut adalah :
·         BAHAN PEMANIS ALAMI
o   Gula Pasir dibuat dari pohon tebu, dan mempunyai bentuk butir-butir kecil, gula pasir merupakan jenis gula yang paling banyak digunakan untuk membuat makanan dan minuman.
o   Gula Merah disebut juga gula jawa, gula merah dibuat dari sadapan bunga tanaman kelapa, gula merah ada yang berbentuk setengah lingkaran dan tabung tergantung dari citakannya, gula merah umumnya digunakan untuk bumbu masakan dan pemanis kue-kue tradisional.
o   Gula Aren terbuat dari sadapan bunga tanaman aren, bentuknya seperti gula jawa dengan warna yang lebih tua dan biasa juga digunakan untuk membuat kue-kue tradisional.
o   Madu adalah pemanis hewani, madu berbentuk cairan pekat dan mempunyai rasa lebih manis dari pada gula, madu biasanya digunakan sebagai pemanis jamu.
·         BAHAN PEWARNA ALAMI
o   Warna Kuning dapat dibuat dari kunyit, wortel, dan jeruk
o   Warna Hijau warna hijau dari tanaman diperoleh dari zat warna klorofil seperti; daun saji dan daun pandan
o   Warna Coklat dapat dibuat dari; gula Jawa, dan daun jati.
o   Warna Merah dapat dibuat dari cabai merah.
·         BAHAN PENYEDAP
o   Bumbu / Herba
o   Minyak Essensial dan turunannya
o   Oleoresin
o   Sari buah
o   Isolat Penyedap
o   Ekstrak Tanaman / Hewan.
·         BAHAN PENGAWET
o   Garam. Pengasinan melibatkan penambahan garam dalam bahan makanan, untuk mengeringkan mikroba melalui osmosis, menghambat pertumbuhan bakteri, melindungi makanan dari ragi dan jamur dan, mencegah pembusukan makanan.
o   Gula mempertahankan makanan baik dengan membunuh mikro organisme, terutama bakteri, atau menghambat pertumbuhan mereka. Menarik air keluar dari organisme mikro melalui proses osmosis.
o   Cuka dianggap sebagai salah satu bahan pengawet alami yang paling efektif untuk makanan karena fermentasi larutan gula dan air. Asam asetat dalam cuka membunuh bakteri dan menjaga makanan untuk waktu yang lama, mencegah pembusukan-nya.
o   Rosemary Extract disusun oleh penyulingan daun; mencegah oksidasi makanan, sehingga meningkatkan kehidupan rak-nya.. Makanan item, jika diawetkan dengan ekstrak rosemary, tidak hanya berlangsung lama, tetapi juga mempertahankan warna dan rasa untuk waktu yang lama.
BAHAN KIMIA BUATAN merupakan hasil produksi bahan kimia yang dibuat oleh manusia dengan mengikuti struktur kimia bahan alaminya. Berkembangnya industri makanan yang pesat menuntut penggunaan bahan kimia alami dalam jumlah yang besar. Contoh-contoh Bahan Kimia Buatan adalah sebagai berikut;
·         BAHAN PEWARNA BUATAN
o   Pewarna merah yang masih diizinkan; amaranth dan erythrosine. Penggunaan erythrosine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperakfif pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku. Pewarna merah yang tak diizinkan; formalin, boraks, rhodamin-B hanya diperbolehkan bagi benda.
o   Pewarna kuning; tartrazine dan sunset yellow. Penggunaan tartrazine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi, asma, dan hiperaktif pada anak. Adapun penggunaan sunset yellow yang berlebihan dapat menyebabkan radang selaput lendir pada hidung, saki pinggang, muntah-muntah, dan ganguan pencernaan. Pewarna kuning yang tak diizinkan; methanil yellow hanya diperbolehkan bagi benda.
o   Pewarna hijau; fast green FCF. Penggunaan Fast Green FCF secara berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor.
o   Pewarna biru; brilliant blue.
·         BAHAN PEMANIS BUATAN adalah bahan tambahan makanan buatan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk menciptakan rasa manis. Bahan pemanis buatan ini sama sekali tidak mempunyai nilai gizi. Contoh pemanis buatan antara lain;
o   Sakarin dan Siklamat atau “biang gula” memiliki tingkat kemanisan 350 – 500 kali gula alami. Pemanis ini rendah kalori, namun tak boleh digunakan untuk orang sehat. Ditemukan pada tahun 1879, mulai umum digunakan pada tahun 1950 dan 1960 yang dikombinasikan dengan siklamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sakarin dan siklamat dapat mengakibatkan tumor kantung kemih pada binatang percobaan.
o   Aspartam. Penggunaan sakarin sekarang diganti dengan aspartam yang memiliki tingkat kemanisan 180 kali gula tebu. Aspartam ditemukan pada tahun 1981. Aspartam banyak digunakan sebagai pemanis dalam permen dan berbagai jenis makanan olahan.
·         BAHAN PENGAWET BUATAN adalah bahan tambahan makanan yang mencegah / menghambat fermentasi, pengasaman, atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Bahan-bahan pengawet buatan adalah sebagai berikut;
·         Kalsium Benzoat dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil racun, bakteri spora, dan bakteri bukan pembusuk. Senyawa ini dapat mempengaruhi rasa. Digunakan untuk mengawetkan minuman ringan, minuman anggur, saus sari buah, sirop, dan ikan asin. Bahan ini bisa menyebabkan dampak negatif pada penderita asma dan bagi orang yang peka terhadap aspirin. Kalsium benzoat bisa memicu terjadinya serangan asma.
·         Sulfur Dioksida banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirop, dan acar. Berisiko menyebabkan perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker, dan alergi.
·         Kalium Nitrit menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Kalium nitrit sering digunakan pada daging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah agar tampak selalu segar. Penggunaan yang berlebihan, bisa menyebabkan keracunan. Selain memengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, juga menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.
·         Kalsium Propionat/Natrium Propionat termasuk dalam golongan asam propionat, sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Penggunaan yang berlebihan bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
·         Natrium Metasulfat diduga bisa menyebabkan alergi pada kulit.
·         Asam Sorbat aman dalam konsentrasi tinggi, namun asam ini bisa membuat perlukaan di kulit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar