ZAT ADIKTIF adalah
obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh dapat ntikan
dan berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus.
· GANJA atau MARIYUANA merupakan zat adiktif narkoba dari golongan kanabionoid. Ganja terbuat dari daun, bunga, biji, dan ranting muda tanaman mariyuana (Cannabis sativa)
yang sudah kering. Ganja dipakai dalam bentuk rokok lintingan, campuran
tembakau, dan damar ganja. Tanda-tanda penyalahgunaan ganja, yaitu
gembira dan tertawa tanpa sebab, santai dan lemah, banyak bicara
sendiri, pengendalian diri menurun, menguap atau mengantuk, tetapi susah
tidur, dan mata merah, serta tidak tahan terhadap cahaya. Tanda-tanda
gejala putus obat ini; sukar tidur, hiperaktif, dan hilangnya nafsu
makan. Tanda-tanda gejala overdosis; ketakutan, daya pikir menurun,
denyut nadi tidak teratur, napas tidak teratur, dan mendapat gangguan
jiwa.
· OPIUM merupakan narkotika dari golongan opioida,
dikenal juga dengan sebutan candu, morfin, heroin, dan putau. Opium
diambil dari getah buah mentah Pavaper Sommiverum. Opium mengandung
lebih dari dua puluh macam senyawa. Morfin pertama kali diisolasi dari
getah buah pada 1905 oleh Friedrich Seturner. Pada waktu itu, morfin
digunakan oleh para tentara untuk menghilangkan rasa sakit karena luka
atau menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker. Pemakaian dosis
yang berlebihan dapat menyebabkan kematian. Salah-penggunaan dapat
menimbulkan rasa sering mengantuk, perasaan gembira berlebihan, banyak
berbicara sendiri, kecenderungan untuk melakukan kerusuhan, merasakan
nafas berat dan lemah, ukuran pupil mata mengecil, mual, susah buang air
besar, dan sulit berpikir. Jika pemakaian obat ini diputus, akan timbul
hal-hal berikut: sering menguap, kepala terasa berat, mata basah,
hidung berair, hilang nafsu makan, lekas lelah, badan menggigil, dan
kejang-kejang. Jika pemakaiannya melebihi dosis atau overdosis, akan
menimbulkan hal-hal berikut: tertawa tidak wajar, kulit lembap, napas
pendek tersenggal-senggal, dan dapat mengakibatkan kematian.
· KOKAIN diperoleh dari hasil ekstraksi daun tanaman koka (Erythroxylum coca).
Zat ini dapat dipakai sebagai pembius dan memiliki efek merangsang
jaringan otak bagian sentral. Pemakaian zat ini menjadikan pemakainya
suka bicara, gembira yang meningkat menjadi gaduh dan gelisah, detak
jantung bertambah, demam, perut nyeri, mual, dan muntah. Pemakaian
kokain dengan dosis tertentu dapat mengakibatkan kematian.
· SEDATIVA – HIPNOTIKA atau bisa juga disebut PENENANG.
Pemakaian dalam dosis kecil dapat menenangkan, sedangkan dalam dosis
besar dapat membuat orang yang memakannya tertidur. Gejala akibat
pemakaiannya adalah mula-mula gelisah, mengamuk lalu mengantuk, malas,
daya pikir menurun, bicara dan tindakan lambat. Jika sudah kecanduan,
kemudian diputus pemakaiannya maka akan menimbulkan gejala gelisah,
sukar tidur, gemetar, muntah, berkeringat, denyut nadi cepat, tekanan
darah naik, dan kejang-kejang.
· NIKOTIN
dapat dipisahkan dari tanaman tembakau. Orang biasanya mengonsumsi
nikotin tidak dalam bentuk zat murninya, melainkan secara tidak langsung
ketika mereka merokok. Nikotin yang diisap pada saat merokok dapat
menyebabkan meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah, bersifat karsinogenik
sehingga dapat meningkatkan risiko terserang kanker paru-paru, kaki
rapuh, katarak, gelembung paru-paru melebar (emphysema), risiko terkena
penyakit jantung koroner, kemandulan, dan gangguan kehamilan.
· ALKOHOL
diperoleh melalui proses peragian (fermentasi) sejumlah bahan, seperti
beras ketan, singkong, dan perasan anggur. Penggunaan alkohol adalah
untuk mensterilkan berbagai peralatan dalam bidang kedokteran. Alkohol
yang terkandung dalam minuman dapat berasal dari hasil fermentasi bahan
minuman itu sendiri atau sengaja ditambahkan ke dalam suatu minuman
olahan. Semua jenis minuman yang mengandung alkohol (etanol), disebut
minuman keras. Berdasarkan kandungan alkoholnya, minuman keras
dikelompokkan menjadi golongan-golongan berikut; A, berkadar etanol 1–5
%; B, berkadar etanol 5–20 %; dan C, berkadar etanol 20–50 %.
Tanda-tanda gejala pemakaian alkohol, yaitu gembira, pengendalian diri
turun, dan muka kemerahan. Jika sudah kecanduan meminum minuman keras,
kemudian dihentikan maka akan timbul gejala gemetar, muntah,
kejang-kejang, sukar tidur, dan gangguan jiwa. Jika overdosis akan
timbul gejala perasaan gelisah, tingkah laku menjadi kacau, kendali
turun, dan banyak bicara sendiri.
PSIKOTROPIKA
adalah zat alamiah maupu sintetik, berkhasiat psikoaktif melalui
pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan
khas pada aktivitas mental dan perilaku. Psikotropika menurut tujuan
penggunaan dan tingkatan risiko ketergantungannya terbagi dalam 4
golongan, yaitu: Golongan I, psikotropika yang hanya digunakan untuk
tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta memiliki
potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan. Golongan II,
psikotropika yang berkhasiat sebagai obat dan dapat digunakan dalam
terapi dan tujuan ilmu pengetahuan serta memiliki potensi kuat
mengakibatkan sindrom ketergantungan. Golongan III, psikotropika yang
berkhasiat sebagai obat dan banyak digunakan dalam terapi dan tujuan
ilmu pengetahuan serta memiliki potensi sedang mengakibatkan sindrom
ketergantungan. Golongan IV, psikotropika yang berkhasiat sebagai obat
dan sangat luas digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu pengetahuan serta
memiliki potensi ringa mengakibatkan sindrom ketergantungan. Zat
adiktif hampir semuanya termasuk ke dalam psikotropika, tetapi tidak
semua psikotropika menimbulkan ketergantungan.
· LSD (Lysergic Acid Diethylamide)
merupakan zat psikotropika yang dapat menimbulkan halusinasi. Zat ini
dipakai untuk membantu pengobatan bagi orang-orang yang mengalami
gangguan jiwa atau sakit ingatan. Zat ini bekerja dengan cara membuat
otot-otot yang semula tegang menjadi rileks. Penyalah-gunaan zat ini
biasanya dilakukan oleh orang-orang yang menderita frustasi dan
ketegangan jiwa.
· AMFETAMIN.
Hasil sintesis dari amfetamin adalah ekstasi dan shabu. Zat
psikotropika, seperti ekstasi dan shabu tidak diperoleh dari tanaman
melainkan hasil sintesis. Pemakaian zat-zat tersebut akan menimbulkan
gejala-gejala berikut: siaga, percaya diri, euphoria (perasaan gembira
berlebihan), banyak bicara, tidak mudah lelah, tidak nafsu makan,
berdebar-debar, tekanan darah menurun, dan napas cepat. Jika overdosis
akan menimbulkan gejala-gejala: jantung berdebar-debar, panik, mengamuk,
paranoid (curiga berlebihan), tekanan darah naik, pendarahan otak, suhu
tubuh tinggi, kejang, kerusakan pada ujung-ujung saraf, dan dapat
mengakibatkan kematian. Jika sudah kecanduan, kemudian dihentikan akan
menimbulkan gejala putus obat sebagai berikut: lesu, apatis, tidur
berlebihan, depresi, dan mudah tersinggung.
BAHAN KIMIA ALAMI
berasal dari ekstrak bagian tubuh tumbuhan atau hewan. Zat kimia alami
lebih aman digunakan. Contoh-contoh Bahan Kimia Alami adalah sebagai
berikut;
Selama
ini kita sering mendengan istilah bahan kimia makanan namun tidak semua
bahan kimia tersebut dibuat melalu proses menggunakan zat-zat kimia
para ilmuan, ada juga yang dibuat secara alami dianatanya yang tentu
saja sangat baik bagi kesehatan kita apa bila dikonsumsi dengan jumlah
yang tidak berlebih-lebihan, adapun bahan-bahan tersebut adalah :
· BAHAN PEMANIS ALAMI
o Gula Pasir
dibuat dari pohon tebu, dan mempunyai bentuk butir-butir kecil, gula
pasir merupakan jenis gula yang paling banyak digunakan untuk membuat
makanan dan minuman.
o Gula Merah
disebut juga gula jawa, gula merah dibuat dari sadapan bunga tanaman
kelapa, gula merah ada yang berbentuk setengah lingkaran dan tabung
tergantung dari citakannya, gula merah umumnya digunakan untuk bumbu
masakan dan pemanis kue-kue tradisional.
o Gula Aren
terbuat dari sadapan bunga tanaman aren, bentuknya seperti gula jawa
dengan warna yang lebih tua dan biasa juga digunakan untuk membuat
kue-kue tradisional.
o Madu
adalah pemanis hewani, madu berbentuk cairan pekat dan mempunyai rasa
lebih manis dari pada gula, madu biasanya digunakan sebagai pemanis
jamu.
· BAHAN PEWARNA ALAMI
o Warna Kuning dapat dibuat dari kunyit, wortel, dan jeruk
o Warna Hijau warna hijau dari tanaman diperoleh dari zat warna klorofil seperti; daun saji dan daun pandan
o Warna Coklat dapat dibuat dari; gula Jawa, dan daun jati.
o Warna Merah dapat dibuat dari cabai merah.
· BAHAN PENYEDAP
o Bumbu / Herba
o Minyak Essensial dan turunannya
o Oleoresin
o Sari buah
o Isolat Penyedap
o Ekstrak Tanaman / Hewan.
· BAHAN PENGAWET
o Garam.
Pengasinan melibatkan penambahan garam dalam bahan makanan, untuk
mengeringkan mikroba melalui osmosis, menghambat pertumbuhan bakteri,
melindungi makanan dari ragi dan jamur dan, mencegah pembusukan makanan.
o Gula
mempertahankan makanan baik dengan membunuh mikro organisme, terutama
bakteri, atau menghambat pertumbuhan mereka. Menarik air keluar dari
organisme mikro melalui proses osmosis.
o Cuka dianggap
sebagai salah satu bahan pengawet alami yang paling efektif untuk
makanan karena fermentasi larutan gula dan air. Asam asetat dalam cuka
membunuh bakteri dan menjaga makanan untuk waktu yang lama, mencegah
pembusukan-nya.
o Rosemary Extract
disusun oleh penyulingan daun; mencegah oksidasi makanan, sehingga
meningkatkan kehidupan rak-nya.. Makanan item, jika diawetkan dengan
ekstrak rosemary, tidak hanya berlangsung lama, tetapi juga
mempertahankan warna dan rasa untuk waktu yang lama.
BAHAN KIMIA BUATAN
merupakan hasil produksi bahan kimia yang dibuat oleh manusia dengan
mengikuti struktur kimia bahan alaminya. Berkembangnya industri makanan
yang pesat menuntut penggunaan bahan kimia alami dalam jumlah yang
besar. Contoh-contoh Bahan Kimia Buatan adalah sebagai berikut;
· BAHAN PEWARNA BUATAN
o Pewarna merah yang
masih diizinkan; amaranth dan erythrosine. Penggunaan erythrosine yang
berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperakfif
pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan
perilaku. Pewarna merah yang tak diizinkan; formalin, boraks, rhodamin-B
hanya diperbolehkan bagi benda.
o Pewarna kuning; tartrazine
dan sunset yellow. Penggunaan tartrazine yang berlebihan dapat
menyebabkan reaksi alergi, asma, dan hiperaktif pada anak. Adapun
penggunaan sunset yellow yang berlebihan dapat menyebabkan radang
selaput lendir pada hidung, saki pinggang, muntah-muntah, dan ganguan
pencernaan. Pewarna kuning yang tak diizinkan; methanil yellow hanya
diperbolehkan bagi benda.
o Pewarna hijau; fast green FCF. Penggunaan Fast Green FCF secara berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor.
o Pewarna biru; brilliant blue.
· BAHAN PEMANIS BUATAN adalah
bahan tambahan makanan buatan yang ditambahkan pada makanan atau
minuman untuk menciptakan rasa manis. Bahan pemanis buatan ini sama
sekali tidak mempunyai nilai gizi. Contoh pemanis buatan antara lain;
o Sakarin dan Siklamat atau “biang gula” memiliki tingkat kemanisan 350 – 500 kali gula alami.
Pemanis ini rendah kalori, namun tak boleh digunakan untuk orang sehat.
Ditemukan pada tahun 1879, mulai umum digunakan pada tahun 1950 dan
1960 yang dikombinasikan dengan siklamat. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penggunaan sakarin dan siklamat dapat mengakibatkan tumor kantung
kemih pada binatang percobaan.
o Aspartam.
Penggunaan sakarin sekarang diganti dengan aspartam yang memiliki
tingkat kemanisan 180 kali gula tebu. Aspartam ditemukan pada tahun
1981. Aspartam banyak digunakan sebagai pemanis dalam permen dan
berbagai jenis makanan olahan.
· BAHAN PENGAWET BUATAN adalah
bahan tambahan makanan yang mencegah / menghambat fermentasi,
pengasaman, atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh
mikroorganisme. Bahan-bahan pengawet buatan adalah sebagai berikut;
· Kalsium Benzoat
dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil racun, bakteri spora,
dan bakteri bukan pembusuk. Senyawa ini dapat mempengaruhi rasa.
Digunakan untuk mengawetkan minuman ringan, minuman anggur, saus sari
buah, sirop, dan ikan asin. Bahan ini bisa menyebabkan dampak negatif
pada penderita asma dan bagi orang yang peka terhadap aspirin. Kalsium
benzoat bisa memicu terjadinya serangan asma.
· Sulfur Dioksida
banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirop,
dan acar. Berisiko menyebabkan perlukaan lambung, mempercepat serangan
asma, mutasi genetik, kanker, dan alergi.
· Kalium Nitrit menghambat
pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat.
Kalium nitrit sering digunakan pada daging yang telah dilayukan untuk
mempertahankan warna merah agar tampak selalu segar. Penggunaan yang
berlebihan, bisa menyebabkan keracunan. Selain memengaruhi kemampuan sel
darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, juga menyebabkan
kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan
muntah-muntah.
· Kalsium Propionat/Natrium Propionat
termasuk dalam golongan asam propionat, sering digunakan untuk mencegah
tumbuhnya jamur atau kapang. Penggunaan yang berlebihan bisa
menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
· Natrium Metasulfat diduga bisa menyebabkan alergi pada kulit.
· Asam Sorbat aman dalam konsentrasi tinggi, namun asam ini bisa membuat perlukaan di kulit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar